Mari Bergabung bersama kami

Whatsapp
shape
shape
Icon Artikel & Berita,

Perbedaan Buku Teks dan Buku Ajar

Blog Image


Perbedaan Buku Teks dan Buku Ajar.

Yang sering terjadi di mahasiswa, kebanyakan dari mereka masih belum bisa membedakan mana saja yang menjadi buku ajar, referensi, ataupun buku teks. Memang ketiganya memiliki tujuan yang sama sebagai pendukung proses pembelajaran. Supaya tidak keliru, mari kita ulas perbedaan pengertian buku teks, dan buku ajar.

 

Pengertian Buku Ajar

Buku ajar adalah buku yang digunakan sebagai buku pelajaran dalam bidang studi tertentu, yang merupakan buku standar yang disusun oleh pakar dalam bidangnya untuk maksud-maksud dan tujuan insturksional, yang dilengkapi dengan sarana-sarana pengajaran yang serasi dan mudah dipahami oleh para pemakainya di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi sehingga dapat menunjang suatu program pengajaran.

 

Buku ajar adalah kumpulan lembaran-lembaran yang dijilid didalamnya berisikan informasi-informasi ilmu pengetahuan, sehingga dijadikan sebagai standar pendidikan dan pengajaran yang disebut sebagai materi, guna menjadi sarana dan sumber bagi guru dan siswa dalam melaksanakan proses belajar mengajar.

 

Buku ajar juga merupakan acuan dalam pendidikan di sekolah-sekolah dalam mencapai tujuan pendidikan. Tidak semua buku ajar dijadikan sebagai acuan, melainkan harus terdapat kesesuaian dengan bidang studi yang diajarkan.

 

Dalam pembuatan buku ajar perlu memperhatikan alur logika. Buku ajar disusun dengan alur logika sesuai dengan rencana pembelajaran. Bersifat mindful yang berupaya untuk memberikan perspektif baru bagi peserta didik supaya lebih kritis. Setidaknya dalam pembuatan buku ajar Anda harus mencantumkan ciri-ciri sebagai berikut:

1.    Mendorong motivasi belajar siswa supaya melakukan belajar tanpa harus disuruh.

2.  Sebagai media untuk membantu peserta didik belajar secara mandiri, mengingat keterbatasan belajar di ruang kelas dan bertemu dengan guru atau dosen.

3.  Dikemas sesederhana mungkin supaya lebih mudah dipahami, tidak memunculkan kontradiktif, dan tetap relevan.

4.  Ada ilustrasi yang menarik sehingga peserta didik lebih mudah memahami.

5.  Materi yang disampaikan memiliki sudut pandang yang jelas, tegas. Sehingga tidak membingungkan peserta didik dalam memahaminya.

6.  Isi materi relevan sesuai dengan kurikulum.

7. Bahasa yang digunakan baku dengan memperhatikan idiom tabu kedaerahan agar tidak terjadi kesalahpahaman tata bahasa.

 

Pengertian Buku Teks

Lalu apa bedanya dengan buku teks? Buku teks pelajaran adalah buku teks wajib yang digunakan disekolah yang berisikan materi pembelajaran dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional.

Oleh karena itulah, buku teks pelajaran merupakan proses untuk melakukan penilaian yang objektif untuk menjamin mutu isi, metode palajaran, bahas dan grafiknya.

 

Menurut Tarigan, terdapat empat dasar jenis buku teks yang digunakan dalam pengklasifikasiannya, antara lain :

1.    Berdasrkan mata pelajaran atau bidang studi (seperti di SD, SMP, SMA)

2.    Berdasarkan mata kuliah dalam bidangnya ( seperti di perguruan tinggi)

3.    Berdasarkan penulisan buku teks (terdapat disetiap jenang pendidikan)

4.    Berdasarkan jumlan penulis buku teks.

 

Tentu pengertian buku teks ini berbeda dengan buku ajar. Buku teks tidak selengkap buku ajar. Maksudnya dari tujuan intruksionalnya tidak sedetail buku ajar.

Selain itu buku teks juga dijual secara umum, sehingga buku ini bisa menjadi pegangan siapapun yang mau menggunakan. Secara lebih ringkas, berikut ini rangkuman perbedaan pengertian buku teks dan buku ajar. 

 

Perbedaan Buku Teks dengan Buku Ajar

 

Buku Teks

Buku Ajar

mengasumsikan minat dari pembaca

menimbulkan minat dan pembaca

ditulis terutama untuk digunakan guru

ditulis dan dirancang untuk digunakansiswa

belum tentu menjelaskan tujuaninstruksional

menjelaskan tujuan instruksional

disusun secara linear

Disusun berdasarkan pola belajar yang fleksibel

strukturnya berdasarkan logika bidang ilmu (content)

Strukturnya berdasarkan kebutuhan mahasiswa dan kompetensi akhir yang akan dicapai

belum tentu memberikan latihan

Berfokus pada pemberian kesempatan bagi mahasiswa untuk berlatih

tidak mengatisipasi kesukaran belajar siswa

Mengakomodasi kesukaran belajar mahasiswa

belum tentu memberikan rangkuman

Selalu memberikan rangkuman

gaya penulisan naratif tetapi tidak komunikatif

Gaya penulisan komunikatif dan semi forma

sangat padat

Disususun menurut kebutuhan mahasiswa

dikemas untuk dijual secara umum

Dikemas untuk digunakan dalam proses instruksional

tidak mempunyai mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari pemakai

Mempunyai mekanisme untuk mengumpulkan umpan balik dari mahasiswa

tidak memberikan saran-saran cara mempelajari buku tersebut

.Menjelaskan cara mempelajari bahan ajar

Dibuat untuk kalangan umum

Dibuat untuk kalangan sendiri

  

Selain itu dari segi format penulisan tentu kedua buku ini juga memiliki perbedaan. Mari kita ulas berikut ini. 

 

Format Penulisan Buku Ajar

Buku ajar dapat ditulis secara mandiri berdasarkan gagasan, pengetahuan dan pengalaman pribadi. Penulis dapat mengkompilasi, menganalisis dan melakukan sitasi tulisan dari berbagai referensi lain yang relevan.


Penulis juga dapat mengemas ulang informasi dari buku dan naskah publikasi lain, akan tetapi penulis juga harus tetap memperhatikan kaidah, etika penulisan dan menghindari plagiarisme.

 

1.    Panduan umum penyusunan Buku Ajar sebagai berikut:

2.    Ukuran kertas A4 (21 cm x 29, 7 cm),

3.    Jumlah halaman minimal 200 halaman, tidak termasuk daftar isi dan lampiran

4.    Bahan ajar ditulis dalam 1 kolom,

5.    Margin kiri, kanan, atas, dan bawah masing-masing 3 cm,

6.    Jenis huruf Times New Roman,

7.    Ukuran huruf pada teks utama 12 points, judul bab 14 points (menyesuaikan),

8.    Jarak spasi antar baris 1,5.

9.    Memiliki ISBN (International Standar Book Number).

10. Mencantumkan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Kompetensi sesuai dengan rencana

11. pembelajaran

12. Mencantumkan Daftar Pustaka, Indeks Subyek serta Daftar Istilah (bila perlu)

13. Dilengkapi latihan soal atau studi kasus pada setiap bab atau diletakkan sebagai satu kesatuan sebagai lampiran Buku Ajar.

 

Sistematika Penulisan Buku Teks Pelajaran

1.  Kerangka penulisan buku teks pelajaran adalah sebagai berikut (Rastra

     Permana, 2011):

     - Tujuan instruksional umum (TIU);

     - Tujuan instruksional khusus (TIK);

     - Judul/sub judul;

     - Uraian singkat isi pokok bahasan;

     - Uraian pokok isi pelajaran;

     - Ringkasan atau rangkuman;

     - Latihan, tugas, soal;

     - Sumber buku.

 

2. Bagian-bagian buku teks pelajaran adalah sebagai berikut:

    a. Bagian Awal atau Pendahuluan, meliputi:

- Halaman cover (judul, penulis, gambar cover, nama penerbit, tahun terbit);

- Halaman judul (judul, penulis, gambar cover, nama penerbit, tahun terbit);

- Halaman yang mencantumkan UU Hak Cipta;

- Kata Pengantar;

- Daftar Isi (judul bab, sub bab, dan nomor halaman);

- Daftar lain (daftar gambar, daftar tabel, daftar lampiran);

- Penjelasan tujuan buku pelajaran;

- Petunjuk Penggunaan Buku;

- Petunjuk Pengerjaan Soal.

b. Bagian Isi, meliputi:

- Judul bab atau topik pokok bahasan;

- Uraian singkat isi pokok bahasan;

- Penjelasan tujuan bab;

- Uraian isi pelajaran;

- Penjelasan teori;

- Sajian contoh;

- Rangkuman;

- Soal latihan.

c. Bagian Akhir atau Penutup, meliputi:

- Lampiran;

- Glosarium;

- Indeks;

- Kunci Jawaban;

- Daftar Pustaka;

- Catatan.

 

Hal-hal yang perlu diperhatikan, antara lain:

1.    Menggunakan kertas HVS putih berukuran kuarto (umumnya).

2.    Margin: Left 4 cm; Top, Right, Bottom 3 cm.

3.    Pemilihan jenis dan ukuran huruf yang mudah terbaca.

4.   Spasi 1,5 agar mudah dibaca, teks tidak terlihat terlalu rapat atau terlalu

     renggang.

5.   Tata letak grafik atau ilustrasi (gambar) disesuaikan, beri jarak 3 spasi antar grafik atau ilustrasi dengan teks sebelum atau sesudahnya.

6.   Judul grafik dan ilustrasi diketik pada halaman yang sama.

7.   Jika terdapat istilah tertentu atau asing, diberi penekanan (underline, italic).

8.   Tempatkan nomor halaman di sisi pojok kanan atas halaman.

9.   Semua nama pengarang dalam daftar rujukan harus ditulis.

10. Singkatan nama awal atau nama tengah dilakukan dengan konsisten.

 

Penerbitan bukan sekedar bisnis pembuatan dan penjualan buku, namun juga tentang menciptakan hubungan seumur hidup antara pembaca dan penulis.

Global Mitra Media

Recent Posts

Product Image Hot
Standar Buku Ajar Versi Dikti, Apa Saja?
(120 Reviews)
Product Image Hot
Struktur dan Bagian-bagian Buku
(120 Reviews)